Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

dr. Fielda Djuita, Ahli Radiologi Onkologi yang Cinta Basket

Siapa yang menyangka bahwa di sela-sela kesibukan melayani pasien di RS Kanker Dharmais, dr. Fielda Djuita Sp. Rad (K) Onk Rad merupakan pecinta olahraga basket dan renang.Seperti yang diungkapkannya pada Health-Liputan6.com belum lama ini, wanita kelahiran Padang Panjang, 4 November 1951 ini mengatakan, ia memiliki hobi main basket dan renang. Sayangnya, karena aktivitas yang sibuk, ibu tiga anak ini kini tidak lagi sempat menyalurkan hobinya.
"Coba bayangkan saja jam 7 pagi berangkat dan pulang jam 4 langsung ke MRCC, darisana bisa pulang jam 6 sore. Sampai rumah jam 9 malam dan nggak bisa ngapa-ngapain," kata Wanita yang pernah menikahi seorang pria dari Angkatan Laut ini, ditulis Sabtu (15/2/2014).
Karena tidak sempat berolahraga dan menyalurkan hobinya lagi, Fielda pun rutin melakukan latihan menggunakan sepeda statis di rumah. "Biasanya latihan menggunakan sepeda statis rata-rata 30 menit sehari tapi kalau weekend bisa lebih lama sambil nonton TV dan buka kulkas," jelas Fielda.
Sempat Putus Asa Karena Suami Meninggal
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1977, Fielda yang menetap di Jakarta ketika itu langsung menikah dengan Letkol Laut M Ayub Ibrahim (almarhum). Dan baru melanjutkan sekolah kembali pada 1986.
"Sambil sekolah spesialis, saya sudah praktek dan banyak pasien. Tapi baru 4 bulan sekolah, saya mau berhenti karena suami meninggal. Ketika itu saya sudah punya 3 anak dan teman-teman bilang lanjut saja," ungkap dokter yang baru saja menyelesaikan studi program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan di Faklutas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Meskipun sempat ragu untuk melanjutkan sekolah kembali, Fielda pun akhirnya lulus sekolah spesialis. Dan secara kebetulan, saat itu pemerintah berencana untuk membangun RS Kanker Dharmais.
"Iya, saya dengar akan ada pembangunan RS kanker. Dan setelah lulus, saya langsung daftar untuk menangani radioterapi," kata Fielda.
Mulai Berkarir di RS Kanker Dharmais
Namun karena belum pernah Inpres PTT (program dokter, dulu inpres PTT itu wajib tapi sekarang sifatnya sukarela), Fielda pun akhirnya wajib kerja di daerah selama setahun.
"Karena belum inpres, saya wajib kerja 1 tahun di Manado. Saya lulus 1989 dan setahun kemudian pada 1990 RS Kanker Dharmais ini baru selesai. Tapi saya belum disini," tuturnya.
Sekembalinya dari Manado, Fielda kembali ke Jakarta dan magang di RSCM (RS Cipto Mangunkusumo) selama 2 tahun.
"Pada 1993 baru saya masuk disini. Waktu itu ada 42 dokter yang memiliki semangat yang sama. Kamilah orang yang menjadi cikal bakal Rs ini sampai sekarang sudah 20 tahun kami disini.
Fielda menyampaikan, dirinya sangat senang telah diberikan kesempatan oleh RS untuk terus belajar. "Saya bersyukur bekerja disini, saya punya kesempatan belajar radiologi 2 dimensi dan sekarang 3 dimensi. Saya juga berkesempatan belajar di Thailand, Singapura. Sedangkan untuk belajar radiasi eksternal saya pernah sebagai fellowship di Jepang, Italia, Rusia, dan Inggris. Kemudia saya juga pernah ke Las vegas, Nevada AS untuk melihat perkembangan alat radiologi disana".

Biodata
Nama : Dr. dr. Fielda Djuita Sp Rad (K) Onk Rad
Tempat Tanggal Lahir: Padang Panjang, 4 November 1951
Keluarga
Suami : Letkol Laut M Ayub Ibrahim (almarhum)
Anak : Faridh Miftah, SE, Ak, QIA
Maulidya Putri Ratnasari, BA. JOns, MSc.IB
Hendyansyah Putra, SE, MM
email : fielda2000@yahoo.com
Riwayat pendidikan:
- FKUI 1977
- Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi FKUI 1986-1989
- Pendidikan Subspesialis radioterapi FKUI 1989-1990
- Program Doktor Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Bidang Studi Pendidikan Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 2008-2014
Penghargaan:
- Staf Medis yang Berorientasi Pelanggan (Customer Oriented) RS Kanker Dharmais Jakarta 2009
- Satyalancana Karyasatya 30 tahun 2010

sumber :  http://health.liputan6.com/read/826878/dr-fielda-djuita-ahli-radiologi-onkologi-yang-cinta-basket

Jumat, 07 Februari 2014

Sering Gunakan Flat Shoes Berefek Buruk Bagi Kesehatan

Perempuan gemar sekali menggunakan flat shoes. Selain tampil modis, menggunakan sepatu balet flat juga lebih ringkas dibandingkan dengan menggunakan high heels atau sepatu kets. Bentuknya yang simple juga membuat banyak orang memilih menggunakan flat shoes setiap hari. Tapi ternyata mengenakan sepatu jenis ini setiap hari memiliki efek buruk, sama halnya dengan menggunakan high heels setiap hari.

Dilansir dari geniusbeauty.com, ahli ortopedi (ahli bedah tulang belakang) mengatakan bahwa sering mengenakan alas sepatu yang tipis berbahaya bagi kesehatan. Karena pada saat menggunakan sepatu flat balet , otot-otot kaki, tendon (tulang belakang kaki bagian bawah) pembuluh darah dan sendi bagian kaki menanggung beban 3 kali lebih banyak. Hal ini dapat menyebabkan kram, nyeri otot dan sakit punggung, serta masalah lutut.

Selain itu sering menggunakan flat shoes juga dapat mengakibatkan nyeri tumit, tumit pecah-pecah, bengkak pada jaringan tebal di dasar kaki,nyeri pinggul, dan dampak yang paling parah adalah terjadinya keretakan tulang telapak kaki. Dikuntip dari kompas.com hal ini dikarenakan karena flatshoes tidak memiliki bantalan empuk yang dapat memberikan penahan dan melindungi kaki agar saat berjalan tidak berhentakkan langsung.

Ahli penyakit kaki dari Carnation Footcare menjelaskan, flat shoes cenderung meningkatkan lengkungan pada telapak kaki, yang menyebabkan kaki nyeri jika sering berjalan menggunakan flat shoes. Untuk mengatasinya para ahli menyarankan untuk menambahkan bantalan kaki setinggi 2-3 cm saat menggunakan flatshoes. Hal ini bertujuan untuk memberi kenyamanan pada lengkungan telapak kaki sehingga dapat mengurangi tekanan pada daerah sensitif kaki.

Jangan lupa juga untuk mengoleskan pelembab kaki, atau krim kaki untuk menghindari tumit pecah-pecah. Bisa juga mengkombinasi dengan menggunakan sesekali menggunakan sepatu kets. Tapi jika lebih nyaman menggunakan flat shoes memberi bantalan empuk didalam flatshoes cukup membantu menghindari efek buruknya.

Caranya simpel dan mudah bukan Dreamers? Kaki terlindungi dari bahaya kamu juga tetap dapat menggunakan beragam flat shoes lucu yang dimiliki.

sumber : http://www.dreamersradio.com/article/21358/sering-gunakan-flat-shoes-berefek-buruk-bagi-kesehatan

Dampak Menggunakan Sepatu Hak Tinggi Terhadap Kesehatan

MULTI PASTE - Sepatu hak tinggi adalah tren populer dari dunia fashion saat ini. Jutaan wanita di mana-mana mencintai dan memakai sepatu hak tinggi setiap hari. Mereka bersedia untuk menghabiskan banyak uang pada sepasang sepatu hak tinggi yang fantastis.  Tapi, sadarkah mereka akan efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan tubuh? Para peneliti telah menemukan bahwa memakai sepatu hak tinggi, bahkan untuk waktu yang relatif singkat, dapat menimbulkan beberapa efek besar pada tubuh.

Ada berbagai alasan mengapa wanita mengenakan alas kaki berhak tinggi. Beberapa wanita memakai sepatu berhak tinggi agar terlihat lebih ramping dan tinggi sementara yang lain memakainya untuk meningkatkan rasa percaya diri agar terlihat modis dan modern. Apapun alasannya mungkin, orang harus menyadari efek yang ditimbulkan pada tubuh.  Masalah pada tubuh yang disebabkan karena sering menggunakan sepatu hak tinggi bervariasi.  Para peneliti telah menemukan bahwa, wanita muda yang mengenakan sepatu hak tinggi selama 40 jam per minggu atau lebih, tanpa disadari perlahan-lahan dapat menyebabkan cedera dan cacat tubuh.

Pengaruh Sepatu Hak Tinggi Pada Kaki

Menggunakan sepatu hak tinggi untuk waktu yang lama dapat menyebabkan pemendekan otot-otot betis, perataan lengkung kaki yang dapat mengakibatkan masalah postural kronis. Ini akan mempengaruhi struktur tubuh secara normal. Oleh karena itu, wanita yang memakai sepatu hak tinggi untuk pertama kalinya akan merasakan sakit pada kaki dan kecanggungan saat berjalan. Bahkan kaki terasa lelah setelah beberapa saat.  Seiring waktu, sepatu hak tinggi, atau jenis lain dari sepatu dengan jari kaki yang sempit atau runcing dapat menyebabkan :
  • Bunions : Ini adalah pertumbuhan tulang yang terjadi di sekitar pangkal jempol kaki dan dapat menyebabkan jempol kaki bengkok dan mengarah ke jari-jari kaki lainnya yang menimbulkan rasa nyeri.
  • Corns : Terjadi penebalan kulit, biasanya disebabkan oleh gesekan berulang terhadap sepatu. Corns dapat menjadi menyakitkan dari waktu ke waktu dan hal ini sering terjadi bersamaan dengan bunions.
  • Hammer toe : Suatu kondisi di mana ujung jari kaki, biasanya jari kedua, dipaksa turun oleh sepatu yang dapat mengakibatkan deformitas. Hal ini hanya bisa diperbaiki dengan bantuan peralatan medis tertentu atau operasi.
  • Morton's neuroma : Terjadi cedera pada saraf di pertengahan kaki. Ini akan menyebabkan jaringan di sekitar daerah tersebut menebal, dan dapat menyebabkan rasa sakit dan mati rasa. Pembedahan kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan jaringan ini untuk meringankan beban penderita.
  • Pump bump : Secara teknis disebut Haglund's deformity, ini adalah pertumbuhan tulang yang terjadi pada tumit sebagai akibat dari tekanan konstan dan gesekan punggung kaku dan tali dari sepatu hak tinggi. Satu-satunya cara untuk mengobati kelainan ini adalah operasi, untuk menghilangkan tulang yang berlebih.
  • Metatarsalgia : Ini adalah jenis peradangan yang menyakitkan, terjadi pada bola mata kaki sebagai akibat dari tekanan berulang pada tulang metatarsal, yang merupakan tulang yang terletak di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki.
Sepatu hak tinggi juga meningkatkan risiko cedera pergelangan kaki, karena akan mengganggu keseimbangan. Semakin tinggi tumit, risiko cedera makin tinggi. Keadaan ini juga membuat sulit untuk berjalan, terutama bagi perempuan yang memiliki tubuh lebih mungil, kaki lebih pendek serta kaki yang lebih kecil, karena harus mengkompensasi tumit yang ekstra tinggi dengan sepatu mereka, ini akan meningkatkan risiko tersandung atau jatuh, menyebabkan strain dan keseleo pada pergelangan kaki.

Pengaruh Sepatu Hak Tinggi Terhadap Bentuk Tubuh

Memiliki postur tubuh yang tegak, sejajar dan seimbang adalah sangat penting, karena hal ini berhubungan dengan sumsum tulang belakang yang merupakan bagian penting dari tubuh manusia. Ini berfungsi menjaga keseimbangan serta mendukung dan membantu untuk mempertahankan postur tubuh tegak lurus dan begitu juga punggung bagian bawah, bertindak sebagai pusat tubuh dan membantu Anda untuk berdiri dan berjalan normal.  Sepatu Hak Tinggi mengganggu postur normal ini, membuat tubuh agak melengkung.  Sebuah sepatu bertumit tinggi menempatkan kaki Anda dalam posisi menunjuk ke bawah, menempatkan lebih banyak tekanan pada kaki depan. Hal ini akan memaksa Anda untuk menyesuaikan seluruh tubuh untuk menjaga keseimbangan. Bagian bawah tubuh membungkuk karena posisi kaki menunjuk ke bawah. Oleh karena itu, bagian atas perlu bersandar ke belakang untuk membuat Anda seimbang.  Ini bukan sikap normal tubuh Anda.

Pengaruh Sepatu Hak Tinggi Terhadap Bagian Belakang Tubuh

Seperti disebutkan sebelumnya, sepatu hak tinggi mempengaruhi berat tubuh bagian belakang.  Hal ini menyebabkan tulang lumbar (pinggang) merata.  Tubuh dipaksa untuk bersandar ke depan, membuat otot-otot pinggul bekerja lebih dari biasanya saat aktif berjalan.  Hal ini dapat menyebabkan pemendekan otot flexor muscles (terletak di bagian atas paha) menyebabkan kontraktur (mendatarkan tulang belakang).  Namun, beberapa ahli percaya bahwa setiap orang tidak menderita sakit punggung. Hal ini hanya terjadi pada beberapa wanita yang sudah menampilkan tanda-tanda masalah pada bagian punggung dan lainnya.

Pengaruh Sepatu Hak Tinggi Terhadap Lutut

Biasanya, ketika seseorang berjalan, lututnya akan lurus.  Berjalan dengan sepatu hak tinggi akan mengganggu keselarasan.  Hasilnya, wanita yang berjalan dengan lutut tertekuk akan lebih mudah terserang osteoarthritis yaitu penyakit kronis sendi lutut.  Wanita lebih rentan terhadap gangguan ini dibandingkan laki-laki.  Penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama sering menjadi penyebabnya.  Lebih baik untuk menghindari menggunakan sepatu hak tinggi jika Anda menderita osteoarthritis.


Memakai Sepatu Hak Tinggi Selama Kehamilan

Selama kehamilan, perempuan harus menjaga kesehatan fisik mereka.  Menjaga keseimbangan tubuh sambil berjalan dengan sepatu hak tinggi selama kehamilan tidak disarankan.  Ligamen yang mengontrol punggung bawah dan otot-otot sekitar akan melunak dan meregang karena adanya ovarium yang bertumbuh.  Ligamen yang lemah dan berada pada risiko yang lebih tinggi ini,  akan semakin rusak akibat sepatu hak tinggi karena mengubah postur tubuh Anda memberikan tekanan ekstra pada ligamen.  Oleh karena itu sepatu datar adalah pilihan yang lebih baik selama kehamilan karena akan membuat tubuh lebih nyaman dan mengurangi risiko yang berbahaya. Tapi, ada beberapa wanita yang bahkan tidak bisa berpikir untuk mengenakan sepatu datar.  Mengenakan sepatu datar memberi mereka perasaan kaki telanjang.

Jika Anda seorang yang pro sepatu hak tinggi, pastikan Anda mengambil beberapa tindakan yang lebih aman saat memakainya.
  • Anda harus mencoba untuk menggunakan tumit pendek dengan ukuran tinggi 1 sampai 2 inci karena hal ini tidak akan menimbulkan banyak masalah.
  • Saat mengenakan sepatu hak tinggi, usahakan agar Anda tidak berada dalam posisi berdiri atau berjalan untuk waktu yang lama, Anda harus lebih banyak berada dalam posisi duduk yang nyaman untuk menghindari tekanan pada kaki Anda.
  • Umumnya, dalam desain sepatu bertumit tinggi, ujung sepatunya meruncing dan meremukkan ujung kaki, sehingga berat badan secara otomatis jatuh pada kaki yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat. Pilihan terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memakai sepatu kaki terbuka yang memungkinkan kaki Anda dapat melakukan beberapa gerakan untuk relaksasi.
  • Selalu memilih ukuran sepatu yang lebih besar dari biasanya, agar kaki bisa terasa lebih nyaman.
Yang jelas kaki lebih penting daripada tren fashion.  Tren hari ini akan berbeda dengan tren besok, tetapi kaki akan membawa Anda ke mana-mana untuk seumur hidup. Anda harus memperlakukan mereka dengan baik.  Anda tidak benar-benar diminta untuk berhenti menggunakan sepatu hak tinggi, tetapi tentukanlah waktu dan tempat yang tepat serta kesempatan untuk memakainya.

Sumber : http://partoxnusa.blogspot.com/2012/12/dampak-menggunakan-sepatu-hak-tinggi.html